Jumat, 19 Oktober 2012

TUGAS TAMBAHAN MINGGU KE 4 ( KASUS ENRON )


SEKILAS TENTANG  ENRON
Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alammelalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi, kemudian melakukan diversifikasiusaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industrienergi. Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction, trading commoditynon energy dan kegiatan bisnis keuangan.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia. Enron, suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di AmerikaSerikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS yang jatuh bangkrut denganmeninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar
KASUS  ( ENRON DAN KAP ARTHUR ANDERSEN )
Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston,Texas, Amerika Serikat. Sebelum bangkrutnya pada akhir 2001, Enron mempekerjakansekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi. Enron mengaku penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 milyar. Fortune menamakan Enron"Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif" selama enam tahun berturut-turut. Enron menjadisorotan masyarakat luas pada akhir 2001, ketika terungkapkan bahwa kondisi keuangan yangdilaporkannya didukung terutama oleh penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dandirencanakan secara kreatif. Operasinya di Eropa melaporkan kebangkrutannya pada 30 November 2001, dan dua hari kemudian, pada 2 Desember, di AS Enron mengajukan permohonan perlindungan Chapter 11. Saat itu, kasus itu merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS dan menyebabkan 4.000 pegawai kehilangan pekerjaan mereka.

Tuntutan hukum terhadap para direktur Enron, setelah skandal tersebut, sangat menonjol karena para direkturnya menyelesaikan tuntutan tersebut dengan membayar sejumlah uang yang sangat besar secara pribadi. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen, yang akibatnya dirasakan di kalangan dunia bisnisyang lebih luas, seperti yang digambarkan secara lebih terinci di bawah.
 Enron masih ada sekarang dan mengoperasikan segelintir aset penting dan membuat persiapan-persiapan untuk penjualan atau spin-off  sisa-sisa bisnisnya. Enron muncul darikebangkrutan pada November 2004 setelah salah satu kasus kebangkrutan terbesar dan palingrumit dalam sejarah AS. Sejak itu, Enron menjadi lambang populer dari penipuan dan korupsikorporasi yang dilakukan secara sengaja.
Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasilaporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS, padahal perusahaanmengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar sahamtetap diminati investor, kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat.

Dampak Keruntuhan Enron
Keruntuhan perusahaan energi Enron cukup banyak berdampak bagi dunia bisnisinternasional. Akibat kebangkrutan Enron pada tahun 2001 sedikitnya 4.000 karyawankehilangan pekerjaan. Kolapsnya Enron juga mengguncang neraca keuangan para kreditornyayang telah mengucurkan milyaran dolar (JP Morgan Chase dan Citigroup adalah dua kreditor terbesarnya). Para karyawan Enron dan investor kecil-kecilan juga dirugikan karena simpananhari tua mereka yang musnah. Sebagian besar dana pensiun dan tabungan 20.000 karyawanEnron terikat dalam saham yang kini tanpa nilai. Banyak lembaga keuangan internasional juga ikut menderita kerugian akibat bangkrutnya Enron, sehingga membuat mereka semakin berhati-hati dalam membidik peluang investasi.
Kasus Enron juga melatarbelakangi munculnya Sarbanes Oxley. Sarbanes Oxley adalah namalain dari undang-undang reformasi perlindungan investor (The Company Accounting Reformand Investor Protection Act of 2002) yang ditandatangani George Bush bulan Juli tahun 2002 lalu. Banyak yang menyebutkan bahwa undang-undang ini adalah reaksi keras regulator ASterhadap kasus Enron pada akhir tahun 2001. Inti utama dari undang-undang ini adalah upayauntuk lebih meningkatkan pertanggungjawaban keuangan perusahaan publik (good corporate governance). Undang-undang ini berpengaruh signifikan terhadap manajemen perusahaan publik, akuntan publik (auditor), dan pengacara yang berparaktek di pasar modal. Mengingatsifatnya yang sangat ketat dan berdampak luas, undang-undang ini terbilang kontroversial danmenjadi polemik hingga sekarang.
Arthur Andersen LLP (member di Amerika Serikat) yang dianggap ikut bersalah dalamkebangkrutan Enron juga terkena imbasnya. Member Arthur Andersen di beberapa negaraseperti, Jepang dan Thailand, telah membuat kesepakatan merger dengan KPMG, Australiadan Selandia Baru dengan Ernst & Young, dan Spanyol dengan Deloitte Touche Tohmatsu.Di Amerika sendiri, aktivitas seluruh member Andersen dibekukan pemerintah. Akibatnya,menurut Asian Wall tSreet Journal klien-klien Andersen LLP beralih ke berbagai auditor.Antara lain Delotte and Touche (10 persen), KPMG (11 persen), PriceWaterhouseCooper (20 persen), dan Ernst & Young (28 persen). Dan yang berpindah ke auditor-auditor kecil lainnyaatau mengaku belum tahu berpindah kemana sebanyak 40 persen.Masih banyak lagi hal-hal yang dipengaruhi oleh keruntuhan Enron, seperti munculnyatrauma dalam bursa saham terhadap efek domino skandal Enron. Hal ini membuat parainvestor mengurangi aktivitasnya di bursa saham sehingga gairah bursa dunia menjadi lesu.
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/58972819/Sekilas-Kausus-Enron-46778279-Kasus-EnRON


Kesimpulan :
Dari kasus tersebut dapat simpulkan bahwa Enron dan KAP Arthur Andersen sudah melanggar kode etik yang seharusnya menjadi pedoman karena telah melakukan praktik bisnis Enron yang menjadikannya bangkrut dan hancur serta berimplikasi negatif bagi banyak pihak dalam melaksanakan tugasnya. Pihak yang dirugikan dari kasus ini tidak hanya investor Enron saja, tetapiterutama karyawan Enron yang menginvestasikan dana pensiunnya dalam saham perusahaanserta investor di pasar modal pada umumnya (social impact. Jika dilihat dari Agency Theory, Andersen sebagai KAP telah menciderai kepercayaandari pihak stock holder atau principal untuk memberikan suatu fairrness information mengenai pertanggungjawaban dari pihak agent dalam mengemban amanah dari principal. Mungkin saja pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi Enron, namun pada akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan Enron dan KAP Arthur Andersen. Dalam kasus ini, syarat utama auditor profesional, yaitu sifat independen tidak dilakukan oleh KAP Arthur Andersen. Karena perbuatan mereka inilah, kedua-duanya menuai kehancuran dimana Enron bangkrut dengan meninggalkan hutang milyaran dolar sedangakn KAP Arthur Andersen sendiri kehilangan keindependensiannya, kredibilitas dan kepercayaan dari masyarakat terhadap KAP tersebut, juga berdampak pada karyawan yang bekerja di KAP Arthur Andersen dimana mereka menjadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan akibat kasus ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar