Jumat, 05 Oktober 2012

ETIKA

Dalam bersosialisasi manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Dalam bersosialisasi diperlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia dapat bersosialisasi. Sistem pengaturan dalam bersosialisasi tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, dan lain-lain. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Untuk itu perlu kita ketahui mengenai etika lebih dalam.

Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: usila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.

Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq); kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq; nilai mengenai nilai benar dan salah, yang dianut suatu golongan atau masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)

Berdasarkan beberapa pemikiran diatas etika menurut Bartens sebagaiman dikutip oleh abdul kadir,memberikan tiga arti etika yaitu
1) Etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.arti ini dapat juga disebut sistem nilai dalam hidup manusia perseorngan atau hidup bermasyrakat
2) Etika dipakai dalam arti kumpulan asas dan nilai moral,yang dimaksud disi adalah kode etik
3) Etika dipakai dalam arti ilmu tentang yang baik atau yang buruk .arti sini sama dengan filsafat moral

Macam – macam etika :
·         ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil. Contohnya  berupa nasihat dari orang tua tentang adat istiadat, kebiasaan serta prilaku dalam kehidupan masyarakat. Karena nasihat dari orang tua tersebut hanya berupa penjelasan fakta tentang kehidupan bermasyarakat dan orang yang diberi nasihat belum tentu menerapkannya.
·         ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. Etika normatif membahas standar dan norma etis universal, memberikan penilaian baik-buruk. Etika normatif dapat disebut sebagai etika preskriptif yang berarti memerintahkan, menentukan benar/tidaknya suatu perbuatan. Etika normatif bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggung-jawabkan dengan cara rasional dan dapat diterapkan dalam praktek  yaitu sebagai penalaran moralnya. Contoh: dilarang membunuh manusia tak bersalah, abortus adalah membunuh manusia tak bersalah, jadi: abortus di larang.




Sumber :  
duniabaca.com/pengertian-etika-dan-macam-macamnya.html
http://jhohandewangga.wordpress.com/2012/02/24/pengertian-etika/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar